Pengertian
komunikasi
Komunikasi adalah suatu
proses penyampaian warta/pesan/informasi yang mengandung arti dari satu pihak
kepada pihak lain dalam usaha untuk mendapat saling pengertian. Menurut Keith Davis dalam bukunya Human Relation
at Work, komunikasi adalah proses jalur informasi dan pengertian
dari seseorang keorang lain.
a.
Komunikasi satu arah (one
way communication)
Komunikasi satu arah
merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja, yaitu hanya dari
pihak komunikator dengan tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk
memberikan respon atau tanggapan. Contohnya : Atasan sedang memberikan perintah
kepada skretarisnya, sebuah baliho iklan produk yang sedang dibaca seseorang di
pinggir jalan, dan komandan perang memberikan perhatian bagan komunikasi satu
arah, berikut.
Contoh komunikasi satu
arah adalah antara atasan dengan bawahan
b. Komunikasi
dua arah (two ways communication)
komunikasi dua arah
merupakan komunikasi yang berlangsung antara dua pihak dan ada timbal balik
baik dari komunikator maupun komunikan. Komunikasi dua arah dapat terjadi
secara vertical, horizontal, dan diagonal.
1) Komunikasi
vertikal adalah komunikasi yang alirannya berlangsung dari atas ke bawah atau
sebaliknya. Dalam suatu perusahaan, komunikasi vertikal yang terjadi adalah
komunikasi yang berlangsung antara manajemen tingkat atas, menengah, hingga
ketingkat karyawan. Contoh: Komunikasi berlangsung antara atasan dengan
bawahannya di sebuah kantor.
2) Komunikasi
horizontal yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang mempunyai
tingkat, kedudukan, dan wewenang yang sama. Contohnya komunikasi antara
karyawan yang satu dengan yang satu level.
3) Komunikasi
diagonal dalah komunikasi yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan
yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda. Contohnya: komunikasi
antara kepala bagian dengan kepala seksi
Contoh komunikasi
dua arah adalah antara guru dengan muridnya
Peran
Komunikasi dalam Organisasi
Komunikasi dalam
organisasi adalah komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik
dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan
organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan
dan sasaran organisasi (Effendy,1989: 214). Manajemen sering mempunyai masalah
tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif sangat penting
bagi para manajer, paling tidak ada dua alasan, pertama, komunikasi adalah
proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai; kedua, komunikasi
adalah kegiatan dimana para manejer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu
mereka.
Proses Komunikasi memungkinkan manejer untuk
melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya
agar mereka mempunyai dasar perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat
dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang
penugasan mereka. Pengarahan mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan
bawahannya agar tujuan kelompo dapat tercapai. Jadi seorang manejer akan dapat
melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan komunikasi dengan
pihak lain. Sebahagian besar waktu seorang manejer dihabiskan untuk kegiatan
komunikasi, baik tatap muka atau melalui media seperti Telephone, Hand Phone
dengan bawahan, staf, langganan dsb. Manejer melakukakan komunikasi tertulis
seperti pembuatan memo, surat dan laporan-laporan.
No comments:
Post a Comment